Marabatuan

Marabatuan 1 - tipe cap balok pendek
Marabatuan 1 – tipe cap balok pendek

Kantor Pos Marabatuan, menurut data layanan Pos Indonesia tahun 1997 – 2013 merupakan kantor pos desa (kpd). Belum diketahui dengan pasti bagaimana kebijakan saat itu berkenaan dengan kantor pos desa yang menggunakan cap tanggal.

Peta Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan
Peta Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan

Kantor pos Kotabaru, (72100) yang berada di ibu kota kabupaten – merupakan kantor pos cabang luar kota. Dibawah kantor pos pemeriksa Batulicin ( 72200). Berlokasi di Jl. P Kesuma Negara No. 6. Muara Hilir, Pulau Laut Utara, Kotabaru – Kalimantan Selatan.

Marabatuan adalah sebuah Pulau dari sembilan Pulau yang ada di Kecamatan Pulau Sembilan. Pulau – pulau launnya adalah Denauan, Payung-payungan, Maradapan, Matasirih, Pamalikan, Labuan Barat, Kalambu dan Sarang. Kecamatan Pulau Sembilan termasuk wilayah Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan. Desa Tengah yang ada di Pulau Marabatuan merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Pulau Sembilan. Jumlah populasi di Kecamatan Pulau Sembilan adalah 6.272 jiwa (2011).

Peta Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Kotabaru Propinsi Kalimantan Selatan
Peta Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Kotabaru Propinsi Kalimantan Selatan

Keterangan nama-nama kecamatan sesuai dengan daftar dan nomor peta adalah sebagai berikut:

  1. Kecamatan Pamukan Selatan
  2. Kecamatan Pamukan Utara
  3. Kecamatan Pamukan Barat
  4. Kecamatan Sungai Durian
  5. Kecamatan Kelumpang Barat
  6. Kecamatan Sampanahan
  7. Kecamatan Kelumpang Utara
  8. Kecamatan Kelumpang Tengah
  9. Kecamatan Kelumpang Hulu
  10. Kecamatan Hampang
  11. Kecamatan Kelumpang Selatan
  12. Kecamatan Kelumpang Hilir
  13. Kecamatan Pulau Laut Utara
  14. Kecamatan Pulau Laut Tengah
  15. Kecamatan Pulau Laut Timur
  16. Kecamatan Pulau Sebuku
  17. Kecamatan Pulau Laut Barat
  18. Kecamatan Pulau Laut Selatan
  19. Kecamatan Pulau Laut Kepulauan
  20. Kecamatan Pulau Sembilan
  21. Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar

Pulau Sembilan Kembali Terancam Terisolasi

Kotabaru (ANTARA News) – Kecamatan Pulau Sembilan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, kembali terancam terisolasi pascamusibah tenggelamnya kapal perintis KM Kana pada Rabu (26/5) sekitar pukul 17.30 Wita di perairan Pulau Maradapan setelah dihantam badai.

Seorang warga Pulau Sembilan, Riadi, Jumat menuturkan, baru saja ia tiba di Kotabaru dengan menggunakan kapal nelayan yang kebetulan melintas di wilayah Pulau Sembilan.

“Sejak KM Kana tenggelam, belum ada lagi kapal angkutan umum yang membuka pelayaran Pulau Sembilan-Kotabaru,” katanya.

Biasanya, lanjut dia, akibat tidak tersedianya angkutan umum tersebut, masyarakat akan kesulitan mendapatkan sembilan bahan pokok dan barang-barang yang lain.

“Hal itu menyebabkan harga sembako melonjak,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah segera mengganti kapal baru dan yang lebih layak dibandingkan dengan sebelumnya.

“Kasihan masyarakat, tidak memiliki uang untuk mencalter speedboat atau kapal yang biayanya hingga Rp3 juta untuk satu kali jalan,” tandasnya.

Staf SMPN Pulau Sembilan, Usman, menambahkan, bukan hanya aktifitas masyarakat yang terganggu, dengan tidak beroperasinya kapal perintis tersebut juga mengganggu distribusi sembako ke daerah itu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru, Murdianto, MSi, mengatakan, akan mendesak Kantor Adminitrasi Pelabuhan Kotabaru dan agen/`owner` perusahaan pemilik KM Kana yang telah tenggelam.

“Kami meminta perusahaan tersebut segera mengganti kapal yang baru dan lebih baik dari sebelumnya,” tegasnya.

Murdianto juga akan meninjau kembali proses lelang kapal pengadaan transportasi kapal perintis.

Sementara itu, lelang yang dilaksanakan awal 2010 tersebut diikuti empat perusahaan pelayaran, dua perusahaan gugur dan dua lainnya tetap maju, yakni, PT. Fajar Lines menawarkan harga Rp3,894 miliar, dan PT. Sinar Bahtera Maju menawarkan Rp3,891 miliar.

Panitia lelang akhirnya menetapkan PT. Sinar Bahtera Maju yang memiliki beberapa kalap diantaranya, KM Kana itu sebagai pemenang tender.

“Kami akan memeriksa bagaimanasih proses lelang, dan melihat bentuk kerjasamanya apakah per item ataukan `lumsum`,” ujar Murianto.

Jika kontrak kerjasamanya per item, maka tidak ada yang dirugikan, karena perusahaan akan dibayar sesuai dengan aktifitasnya.

Namun apabila kerjasamanya dalam bentuk lumsum, maka perlu ditinjau kembali, terutama untuk hari-hari yang tidak ada pelayaran.

Sebelumnya, Sejumlah warga Pulau Sembilan menuturkan, KM Kana yang membawa penumpang dari Pulau Matasirih menuju Pulau Marabatuan itu mangalami kerusakan mesin di perairan Pulau Batu.

Akibatnya kapal perintis yang membuka rute pelayaran Kotabaru, Kalsel dan Majene, Sulawesi Selatan itu terpaksa lego jangkar.

Karena mesin yang diperbaiki tidak juga baik, kapal tersebut akhirnya ditarik dengan lima unit kapal nelayan menuju Pulau Marabatuan.

Sekitar 20 menit lagi sampai di Marabatuan, kapal Kana diterjang gelombang tinggi dan menabrak batu karang yang mengakibatkan bagian badan kapal bocor yang akhirnya tenggelam.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, 15 orang anak buah kapal (ABK) dan tiga orang penumpangnya selamat dievakuasi oleh kapal nelayan ke Marabatuan.

Sementara itu, Pulau Sembilan yang terdiri dari 10 pulau itu memiliki beberapa pulau yang dihuni masyarakat, diantaranya, Pulau Matasirih ada dua desa, Labuan Barat dan Teluk Sungai.

Salah satu RT di Desa Labuan Barat warganya menghuni Pulau Kalambau, (sekitar delapan jam dari Pulau Marabatuan ibukota kecamatan) atau sekitar 4-5 jam dari desa induk di Pulau Matasirih.

Sedangkan di Pulau Maradapan terdapat satu desa, Desa Maradapan.

Pulau Marabatuan terdapat dua desa, Desa Tengah yang merupakan ibukota kecamatan dan Desa Tanjung Nyiur.

Desa Labuan Barat menurut warga setempat rawan penyakit malaria karena desanya dibalik gunung. Baru sekitar pukul 10.00-11.00 Wita desa tersebut mendapatkan sinar matahari.

(ANT/S026)

http://www.antaranews.com/print/188648/pulau-sembilan-kembali-terancam-terisolasi


2 thoughts on “Marabatuan

  1. Status Marabatuan adalah Kantor Pos Desa (KPD). Umumnya, tiap surat yang dikirim melalui KPD akan dibubuhi cap, di sini seharusnya cap Kantor Pos Desa Marabatuan. Cap dibuat dari cap karet. Yang menjadi misteri di sini adalah tidak ada cap karet KPD Marabatuan. Sebagai gantinya, prangko dibubuhi cap palu (tanggal). Sebenarnya cap palu hanya dipakai oleh kantor pos. Apakah statusnya KPD (sebagai calon Kantor Pos Cabang) sehingga berhak mempunyai cap palu tersebut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s