Sukseskan SP90 – Sensus Penduduk, Bengkulu

Cap Slogan "Sukseskan SP90 - Sensus Penduduk". Amplop dikirim dari Bengkulu (19-09-90) ke Temanggung, Jawa Tengah.
Cap Slogan “Sukseskan SP90 – Sensus Penduduk”. Amplop dikirim dari Bengkulu (19-09-90) ke Temanggung, Jawa Tengah.

Sensus penduduk adalah perhitungan penduduk suatu Negara dengan cara mengumpulkan, menghimpun dan menyusun data penduduk pada waktu dan tempat tertentu.

Pelaksanaan sensus dengan dua cara yaitu:
1)    Sensus de jure, yaitu sensus yang dikenakan kepada mereka yang benar-benar berdiam atau berdomisili di daerah sensus.
2)    Sensus de facto, yaitu sensus yang dikenakan kepada mereka yang benar-benar berada di daerah atau Negara sensus. Keuntungan de facto yaitu mudah dan sederhana. Keburukannya yaitu tidak mengetahui jumlah penduduk yang sebenarnya suatu daerah yang disensus.

Metode sensus yang digunakan ada dua cara, yaitu:
1)    Canvasser, yaitu sensus yang dilaksanakan dengan cara petugas mendatangi rumah-rumah penduduk dan mewawancarainya. Keuntungan canvasser adalah jelas dan dapat ditanyakan langsung hal-hal yang tidak dimengerti. Kerugiannya adalah memerlukan petugas dan waktu yang banyak.
2)    House holder, yaitu sensus yang dilaksanakan dengan caramengirim daftar pertanyaan atau angket yang disebarkan ke tiap-tiap rumah penduduk. Keuntungannya data cepat terkumpul. Keburukannya jika penduduk buta huruf tidak mampu mengisinya.

Sensus di Indonesia pertama kali dilaksanakan gada masa pemerintahan Thomas Stanford Raffles pada tahun 1815, selanjutnya pada 1920, 1930. Setelah Indonesia merdeka, sensus pertama dilaksanakan pada 31 Oktober 1963 dan diperingati sebagai hari sensus Indonesia, selanjutnya dilakukan pada 1971, 1980, 1990, 2000 dan 2010. Pada 2005 dilakukan SUPAS, Sensus Penduduk Antar  Sensus.

Sensus penduduk pada 2010 menggunakan pendekatan de facto dalam arti bahwa penduduk suatu wilayah didefinisikan sebagai orang yang secara faktual biasa tinggal di wilayah itu.
Pencatatan penduduk dilakukan secara aktif, yaitu petugas pendata akan mendatangi penduduk dari rumah ke rumah atau . Sedangkan aspek yang didata, selain gender, aspek lainnya juga akan di data, seperti tingkat kesejahteraan sosial, kesehatan dan aspek-aspek lainnya yang terkait.

Hasil Sensus Penduduk Indonesia tahun 1990 mencapai 179.378.946 jiwa. Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah penduduk terbanyak yaitu 35.384.352 jiwa dan Provinsi Bengkulu memiliki jumlah penduduk tersedikit yaitu 1.179.122 jiwa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s