Madioen

006
Kartupos jaman kolonial yang dipakai pada jaman pendudukan Jepang. Madioen (28 Maret 1942).

Pada 1 Maret 1942, Jepang masuk ke Madiun melalui Kragan – Blora – Cepu – Ngawi – Caruban. Caruban merupakan wilayah Madiun pertama yang dikuasai Jepang. Pada 7 Maret Jepang menyerang Maospati. Belanda menyerah kepada Jepang di Kalijati, Subang pada 8 Maret, Madiun pun diserahkan kepada Jepang sesudahnya. Wilayah Jawa dan Madura dikuasai oleh Angkatan Darat (Divisi XVI). Pada Agustus 1942, RMT Koesnandar menjadi Bupati (Kenco) Madiun. Kartupos ini dikirim sebelum saat masih masa transisi. 

007

Dalam kartupos ini, RMT Koesnandar mengatakan

“Kami sekarang ini soengoeh-soengoeh mendapat perhatian dari segenap pendoedoek,maka di kemoedian hari kami akan mengadakan penggledahan atas barang2 terseboet diatas.

4. Siapa Orang jang melalaikan atau melanggar atoeran atoeran terseboet diatas akan mendapat hoekoeman berat menoeroet peratoeran balatentara Nippon.

Madioen, 26 Maret 1942

Kolff MD. 10179

Kandjeng Boepati Madioen
R.M.T. R. Koesnindar

jang ambil toeroenanja bekas Mantri Waterbeheer Madioen.

Berselang dua minggu setelah Madiun diduduki, Jepang nampaknya mulai mengaktifkan pemerintahan. RMT. Koesnindar yang dijaman Belanda menjadi Mantri Waterbeheer ditunjuk untuk menjadi Bupati pada akhirnya.

Kartupos ini nampaknya terdiri dari 3 buah kartupos (manuskrip No.III, dibagian atas kartupos), dimana pada dua kartupos sebelumnya membicarakan pasal-pasal yang sekiranya akan menjadi perhatian RMT. Koesnindar atas permintaan Jepang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s